Penutupan Program Kewirausahaan PMW Tahap 2 - 2025

06 Desember 2025


Rangkaian kegiatan Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) Tahap 2 resmi ditutup dengan sesi inspiratif yang menghadirkan alumni sukses sekaligus CEO PT. Jabon Group Nusantara, Oktavian Fauzi. Acara penutupan ini tidak hanya menjadi penanda berakhirnya sesi pelatihan, tetapi juga momentum bagi para mahasiswa untuk mulai melangkah nyata membangun bisnis dari nol.

Dalam sambutannya, perwakilan penyelenggara menekankan bahwa tahun depan program ini akan terus berlanjut dengan dukungan pendanaan yang lebih besar, mencapai ratusan juta rupiah untuk kelompok yang terpilih. Namun, ditekankan bahwa tujuan utama program ini bukan sekadar mengejar omzet, melainkan membentuk mentalitas wirausaha yang tangguh dan kemampuan mengambil keputusan.

Belajar dari Kegagalan: Dari Minus 1,2 Miliar Menjadi Ekosistem Bisnis

Sesi utama diisi oleh Oktavian Fauzi yang kini sukses memimpin PT. Jabon Group Nusantara. Dalam paparannya, beliau berbagi kisah jujur mengenai jatuh bangunnya dalam berwirausaha. Oktavian menceritakan perjalanannya memulai bisnis sejak 2019 sebagai dropshipper, kemudian merambah ke dunia ekspor. Namun, pada tahun 2023, ia mengalami kegagalan hebat hingga menanggung kerugian dan hutang mencapai Rp1,2 miliar di usia 21 tahun. "Pelajaran terbaik adalah pengalaman. Saya bangga bukan karena omzet saya, tapi karena saya bisa bangkit dari kegagalan," ujar Oktavian di hadapan peserta.

Alih-alih menyerah, Oktavian memulai kembali dari hal sederhana. Ia menciptakan produk "Sambal Terwelu" dengan modal minim, yang kemudian menjadi pintu masuk untuk membangun bisnis yang jauh lebih besar. Kini, ia mengembangkan ekosistem peternakan dan perikanan yang terintegrasi dari hulu ke hilir, memberdayakan masyarakat di Jawa Barat dengan omzet yang telah pulih dan terus bertumbuh.

Dalam sesi tanya jawab, Oktavian menekankan bahwa mahasiswa harus berani memulai dari hal kecil tanpa menunggu kondisi sempurna atau memiliki kantor mewah. Ia menegaskan bahwa bisnis valid untuk dirintis dari kamar kosan sekalipun, asalkan ada keberanian untuk segera bergerak. Selain itu, ia menyoroti pentingnya mentalitas "sat set" di era digital, di mana kecepatan dan ketangkasan menjadi kunci dalam menangkap peluang. Oktavian juga mengajak peserta untuk berpikir visioner dengan membangun ekosistem bisnis yang berdampak, bukan sekadar menjual produk semata. 

Sebagai penutup Oktavian mengingatkan bahwa di balik strategi bisnis yang canggih, terdapat fondasi spiritual yang tidak boleh diabaikan. Ia berpesan agar para calon pengusaha muda senantiasa melibatkan restu orang tua dalam setiap langkah mereka sebagai pembuka jalan keberkahan. Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan ini, diharapkan para peserta tidak hanya berhenti pada tataran teori, namun mampu membuktikan diri sebagai wirausaha tangguh yang siap membangun ekosistem bisnis berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.



Penulis : Ayu Aulia


← Kembali ke daftar artikel