05 Desember 2025
Studium Generale Pra-Wisuda Tahap V IPB University yang diselenggarakan pada Desember 2025 menjadi salah satu rangkaian pembekalan penting bagi calon wisudawan dalam menyiapkan diri menghadapi transisi dari dunia kampus menuju dunia profesional. Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kesiapan lulusan, tidak hanya dari sisi keterampilan teknis, tetapi juga pola pikir, ketangguhan mental, dan kesiapan menghadapi realitas dunia kerja yang semakin dinamis dan kompetitif.
Pada sesi pertama, pak Irfan Supatma membawakan materi “Dare to Grow: Mindset, Skill, and Risk-Taking for a Successful Career.” Ia mengulas berbagai tantangan yang umum dialami lulusan baru dalam fase campus to office, seperti keterbatasan pengalaman kerja, ketatnya persaingan, kesenjangan kompetensi dengan kebutuhan industri, ekspektasi karier yang terlalu tinggi dan kurang realistis, hingga kebingungan dalam menentukan arah karier. Pak Irfan juga menyoroti lemahnya kesiapan sebagian lulusan dalam menghadapi proses rekrutmen, khususnya dalam mengkomunikasikan potensi diri saat wawancara dan menunjukkan nilai tambah yang relevan bagi perusahaan.
Melalui pemaparannya, pak Irfan menekankan bahwa fase awal karier adalah masa belajar dan membangun fondasi. Ia mendorong peserta untuk mengembangkan growth mindset, yaitu keberanian melihat tantangan sebagai ruang bertumbuh, bukan hambatan. Lulusan diajak untuk berani mencoba, menerima umpan balik, dan tidak takut gagal, karena setiap pengalaman—baik berhasil maupun tidak—memiliki nilai pembelajaran. Selain itu, pak Irfan mengingatkan pentingnya mengelola energi diri melalui Four Pillars of Human Energy, yang mencakup energi fisik, emosional, mental, dan spiritual. Menurutnya, keseimbangan keempat pilar ini akan membantu lulusan menjaga konsistensi performa, ketahanan menghadapi tekanan, serta makna dalam perjalanan karier jangka panjang.
Sesi berikutnya disampaikan oleh ibu Mutiara Arumsari melalui topik “Human Wins: Skill yang Tetap Unggul di Era AI.” Mutiara menegaskan bahwa di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan, keunggulan manusia terletak pada kemampuan berpikir kritis dan human skills. Karakteristik individu yang berpikir kritis mencakup pola pikir yang terbuka, sikap skeptis yang sehat, kemampuan logical reasoning, serta komunikasi yang efektif. Ia juga memperkenalkan kerangka berpikir apa–mengapa–bagaimana–lakukan sebagai pendekatan praktis dalam memahami masalah, menemukan akar persoalan, merancang solusi, dan merealisasikannya secara nyata di dunia kerja.
Selain itu, bu Mutiara membagikan tips adaptasi bagi lulusan yang memasuki lingkungan kerja baru, mulai dari membangun kesan positif dan menyenangkan, tetap rendah hati, menunjukkan kualitas melalui kinerja, mengelola pikiran negatif, hingga menciptakan kenyamanan diri agar dapat berkembang secara optimal. Melalui kegiatan ini, calon wisudawan IPB University diharapkan mampu melangkah ke dunia kerja dengan lebih percaya diri, adaptif, dan siap bertumbuh secara berkelanjutan di tengah perubahan zaman.
Penulis : Karunia Farah Adini