12 Desember 2025
IPB University melalui Direktorat Pengembangan Karier, Kewirausahaan, dan Hubungan Alumni (DPPKHA), Subdirektorat Career Development & Assessment (CDA), menyelenggarakan Training Persiapan Karier bertajuk Career Agility: Succeeding in Any Industry, Any Culture pada Jumat (12/12). Kegiatan ini dilaksanakan secara luring di Ballroom Lantai 3 Gedung Innopreneurship Centre IPB University dan diikuti oleh mahasiswa aktif serta alumni Teknik Industri Pertanian IPB University.
Pelatihan ini bertujuan membekali peserta dengan mindset karier yang agile agar mampu beradaptasi di berbagai industri dan budaya kerja. Selain itu, kegiatan ini dirancang untuk menguatkan keterampilan inti lintas bidang, membantu peserta merancang strategi karier yang relevan dengan dinamika pasar kerja terkini, serta memperluas jejaring profesional antara mahasiswa, alumni, dan praktisi industri.
Kegiatan dibuka dengan sambutan yang menekankan pentingnya adaptability sebagai kunci bertahan dan berkembang di dunia kerja modern. Sesi pemaparan materi dan diskusi dipandu oleh Indra Harjanto, S.TP., Senior Manager Medical PT Johnson & Johnson Indonesia, yang juga berperan sebagai moderator.
Dalam sesi pembuka, Indra Harjanto membagikan perjalanan kariernya yang dimulai dari pengalaman kerja sederhana hingga mencapai posisi manajerial. Ia menyoroti pentingnya kemampuan beradaptasi, komunikasi, dan kemauan untuk terus belajar. Indra juga menekankan bahwa hal-hal kecil yang konsisten, seperti keberanian bertanya, membangun relasi, serta memanfaatkan teknologi, dapat memberikan dampak signifikan dalam perkembangan karier. Ia mengulas five bucket principles dari Diary of a CEO karya Steven Bartlett sebagai fondasi penting dalam membangun karier jangka panjang.
Sesi materi pertama disampaikan oleh Nadhry Nadirman, S.TP., M.Eng., Senior Manager PT Denso Manufacturing Indonesia. Nadhry berbagi pengalamannya bekerja di lingkungan multikultural dan industri manufaktur global. Ia menekankan pentingnya penguasaan bahasa asing sebagai pembuka peluang karier serta kedisiplinan dan manajemen waktu sebagai nilai utama di dunia kerja. Dalam paparannya, Nadhry menjelaskan peran production engineer sebagai penghubung antara desain dan produk, serta pentingnya komunikasi yang efektif, termasuk prinsip Ho-Ren-So (report, contact, consult) dalam budaya kerja Jepang.
Sesi berikutnya diisi oleh Nuri Rialen, Marketing Director Wilmar International. Melalui materi yang reflektif dan inspiratif, Nuri mengajak peserta memahami dunia kerja dari perspektif pemasaran strategis. Ia menekankan bahwa marketing bukan sekadar menjual atau beriklan, melainkan tentang strategi, empati, dan kemampuan membaca kebutuhan konsumen, bahkan ketika konsumen tidak secara eksplisit menyampaikannya. Nuri juga menyoroti pentingnya rasa ingin tahu (curiosity), kepercayaan diri, dan keberanian mencoba hal baru. “Strategi bisa ditiru, tetapi energi dan nilai autentik tidak bisa ditiru,” ungkapnya. Ia mendorong peserta untuk terus belajar dari pengalaman, berani gagal, dan menemukan hal baru secara berkala agar tetap kreatif dan relevan.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang interaktif. Peserta menggali berbagai topik, mulai dari pengalaman mengikuti Management Trainee, tantangan di dunia kerja, hingga tips menghadapi seleksi rekrutmen seperti psikotes, sesi FGD, dan wawancara. Para narasumber menekankan pentingnya riset perusahaan, latihan wawancara, komunikasi yang sopan, serta sikap profesional yang tercermin dari bahasa tubuh, penampilan, dan etika kerja. Salah satu pesan penting yang disampaikan adalah bahwa tantangan terbesar sering kali berasal dari rasa takut, dan keberanian untuk mencoba merupakan langkah awal untuk bertumbuh.
Melalui kegiatan ini, CDA IPB berharap peserta memperoleh ruang belajar yang bermakna untuk mengenali potensi diri, memahami dinamika dunia kerja, serta mengembangkan ketangkasan dalam membangun karier di berbagai industri dan budaya. Pelatihan ini diharapkan dapat membantu mahasiswa dan alumni IPB University menemukan arah karier yang lebih jelas, membangun kepercayaan diri, dan siap melangkah menuju masa depan profesional yang adaptif, berdaya saing, dan penuh peluang.