Training Persiapan Karir Pra Wisuda Tahap V 2025

06 Desember 2025

IPB University melalui Direktorat Pengembangan Karier, Kewirausahaan, dan Hubungan Alumni (DPPKHA), Subdirektorat Career Development & Assessment (CDA), kembali menyelenggarakan Training Persiapan Karir Pra Wisuda Tahap V. Mengusung tema besar persiapan rekrutmen yang komprehensif, kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Sabtu (6/12/2025).

Pelatihan ini bertujuan mempersiapkan calon wisudawan menghadapi ketatnya persaingan pasar tenaga kerja dengan dua fokus utama: administrasi berkas yang lolos sistem dan keterampilan komunikasi interpersonal saat seleksi. Kegiatan ini menghadirkan praktisi ahli di bidang teknologi rekrutmen dan sumber daya manusia untuk memberikan wawasan praktis bagi mahasiswa tingkat akhir dan calon wisudawan.

Sesi materi pertama bertajuk "Stand Out on Paper: CV & Personal Branding for Fresh Graduates" disampaikan oleh Dinda Angkotasan, Customer Success Associate Kinobi. Dinda membedah secara mendalam mengenai Applicant Tracking System (ATS) yang kini digunakan oleh banyak perusahaan. Ia menekankan pentingnya penggunaan kata kunci (keywords) yang relevan dengan deskripsi pekerjaan, struktur CV yang rapi, serta strategi personal branding yang autentik agar profil kandidat dapat terbaca optimal oleh sistem maupun rekruter. Dinda juga memperkenalkan tools pembuatan CV dari Kinobi yang telah terstandarisasi untuk memudahkan peserta menyusun berkas lamaran yang profesional.

Sesi kedua dilanjutkan dengan materi "Interview & FGD Mastery: Communicate, Collaborate, and Get Hired" yang dibawakan oleh Agus Muslih, S.TP., CT, HR Practitioner & Listening Expert PT Perfetti Van Melle Indonesia. Agus membuka sesi dengan memaparkan realita pasca kampus dan mengajak peserta memahami siklus rekrutmen yang efektif dari sudut pandang perusahaan, mulai dari identifikasi kebutuhan hingga tahap offering.

Dalam pembahasan mengenai wawancara kerja, Agus memberikan tips teknis menggunakan metode STAR (Situation, Task, Action, Result) untuk menjawab pertanyaan perilaku secara terstruktur. Ia juga menekankan etika dasar seperti antusiasme, kontak mata, dan kejujuran sebagai faktor penentu keberhasilan. Beralih ke topik Focus Group Discussion (FGD), Agus menegaskan bahwa FGD bukanlah ajang untuk mendominasi. "FGD itu nggak cuma soal siapa yang paling pintar atau paling dominan. Tapi bagaimana bisa sinkron dalam diskusi, dan membuat ide bernilai dan diterima bersama," ujarnya. Ia mendorong peserta untuk mengambil peran sebagai problem-solver yang kolaboratif, bukan sekadar komentator.

Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi interaktif di mana peserta berkonsultasi langsung mengenai tantangan yang mereka hadapi dalam proses seleksi. Melalui pelatihan ini, CDA IPB berharap para calon wisudawan tidak hanya siap secara akademis, tetapi juga memiliki kepercayaan diri dan strategi taktis untuk memenangkan peluang karier di berbagai industri impian mereka.


Penulis: Talitha