Awardee Insights: Real Strategy from LPDP Scholars

13 Februari 2026


CDA IPB kembali menyelenggarakan sosialisasi Beasiswa LPDP 2026 dengan menghadirkan dua awardee LPDP, yakni Winda Ekawati (Awardee LPDP IPB) dan Patricia Gendis (Awardee LPDP Kyushu University). Kegiatan ini dibuka dengan sambutan dari Direktur Pengembangan Karir, Kewirausahaan, dan Hubungan Alumni IPB, drh. Sukma Kamajaya, M.M., yang menekankan pentingnya mempersiapkan diri secara matang agar keberuntungan dapat hadir pada titik temu antara persiapan dan kesempatan dalam meraih beasiswa LPDP.

Dalam sesi berbagi, Winda dan Patricia memaparkan pengalaman serta strategi mereka dalam melalui proses pendaftaran LPDP, mulai dari penyusunan esai, persiapan tes bahasa, pemilihan universitas, hingga menghadapi tahapan wawancara. Keduanya menegaskan pentingnya menyesuaikan personal statement dan rencana studi dengan kebutuhan pembangunan Indonesia, serta menunjukkan komitmen kontribusi nyata setelah menyelesaikan studi. Peserta juga mendapatkan kesempatan berdiskusi langsung terkait jalur pendaftaran, kriteria beasiswa, hingga tantangan yang dihadapi selama proses seleksi.

Selain membahas beasiswa, sesi ini turut menyoroti pentingnya penyusunan CV yang ramah Applicant Tracking System (ATS). Peserta diajak memahami penggunaan kata kunci yang relevan dan pemetaan kekuatan diri untuk meningkatkan peluang lolos seleksi administrasi, baik untuk kebutuhan karier maupun beasiswa. Dukungan program pengembangan karier dan kewirausahaan IPB juga diperkenalkan sebagai upaya institusi dalam mempersiapkan lulusan yang siap bersaing di tingkat global.

Dalam pemaparan teknis, dijelaskan berbagai persyaratan umum LPDP 2026, seperti kriteria akademik, batas usia, serta kategori afirmasi yang tersedia bagi alumni IPB. Winda juga membagikan panduan alur pendaftaran, daftar dokumen yang perlu disiapkan, serta pentingnya manajemen waktu dan kerapian berkas digital. Ia turut memberikan strategi persiapan TOEFL dan tips memilih universitas yang selaras dengan tujuan riset serta rencana kontribusi bagi Indonesia.

Melalui kisah perjalanan masing-masing, Winda dan Patricia menekankan bahwa proses meraih beasiswa tidak lepas dari tantangan, mulai dari penyesuaian rencana studi hingga hambatan bahasa dan administratif. Namun, keduanya mengingatkan bahwa kegagalan merupakan bagian dari proses belajar yang dapat memperkuat kesiapan pelamar, selama tetap konsisten, reflektif, dan memiliki tujuan yang jelas. Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab.