Entrepreneur Camp 3 PMW SS SI

Lowongan | 09 Maret 2025 12:00 wib Entrepreneur Camp yang merupakan bagian dari rangkaian pembinaan program kewirausahaan Binaan Career Development and Assessment (CDA) IPB, yaitu Program Mahasiswa Wirausaha (PMW), Startup School, dan Student Innopreneur. Entrepreneur Camp ini dilaksanakan secara Hybrid pada hari Minggu, 09 Maret 2025 di Auditorium Common Class Room (CCR), IPB Dramaga. Kegiatan ini dibagi menjadi 2 sesi, yaitu sesi pertama dengan materi Dasar-dasar Keuangan Bisnis untuk kelas PMW, dan sesi kedua dengan materi Literasi dan laporan Keuangan Bisnis untuk kelas SS & SI.

Narasumber pada kegiatan Entrepreneur Camp 3 ini yaitu Pak Asep Abdul Mupid seorang profesional dengan pengalaman lebih dari 30 tahun di industri alat berat dan otomotif serta bisnis. Beliau juga merupakan pendiri PT Mitra Pradapa Sejahtera, Advisor & Entrepreneur bisnis supplier komponen serta konsultan & trainer di bidang Management, Sales & Marketing, Finance dan FS. 

Dalam sesi pertama, peserta dibekali dengan berbagai konsep penting dalam manajemen keuangan bisnis, khususnya bagi wirausahawan muda yang ingin mengelola usaha mereka dengan lebih efektif. Materi pelatihan mencakup konsep dasar keuangan, laporan keuangan, manajemen arus kas, serta perencanaan keuangan jangka pendek, menengah, dan panjang. Salah satu poin penting yang dibahas adalah bagaimana menyusun anggaran bisnis yang realistis dan sesuai dengan kebutuhan usaha, sehingga dapat memastikan keberlanjutan dan pertumbuhan bisnis. Pak Asep mengawali materi dengan penyampaian istilah "burning platform" yang merupakan metafora yang menggambarkan situasi ketika harus mengambil tindakan tegas dan segera karena mempertahankan status yang tidak mungkin lagi. Dalam bisnis Dimana suatu bisnis akan stay atau berani mengambil resiko. 

Pak Asep juga menjelaskan pentingnya manajemen keuangan. "Dalam berbisnis, manajemen keuangan merupakan aspek krusial yang melibatkan perencanaan, pengorganisasian, dan pengendalian sumber daya keuangan agar dapat mencapai tujuan perusahaan. Pemahaman ini sangat penting bagi pemilik usaha kecil agar dapat menjaga arus kas tetap sehat, mengontrol pengeluaran, serta menghindari kesulitan finansial yang dapat menyebabkan kebangkrutan." Ujar Pak Asep. 

Dalam manajemen risiko, peserta diperkenalkan pada berbagai risiko keuangan (likuiditas, kredit, pasar, operasional) serta strategi mitigasi seperti asuransi, diversifikasi investasi, dan pemantauan pasar. Sementara itu, materi laporan keuangan mencakup neraca, laba rugi, dan arus kas, yang membantu dalam analisis kinerja bisnis dan kepatuhan akuntansi. Peserta juga mempelajari strategi bisnis, termasuk struktur modal, efisiensi biaya, serta ekspansi berkelanjutan. Konsep penting seperti cash flow management, break-even point, dan tax compliance turut dijelaskan untuk meningkatkan pengelolaan keuangan.

Dalam sesi kedua, Pak Asep membekali peserta dengan materi pengenalan literasi keuangan untuk pelaku bisnis dan pembuatan dan analisis laporan keuangan (neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas). Literasi Keuangan ini merupakan kemampuan untuk memahami dan secara efektif menggunakan berbagai keterampilan keuangan, termasuk manajemen keuangan pribadi, budgeting (penganggaran), dan investasi. 

Selain itu, sesi ini menekankan pentingnya pemahaman terhadap laporan keuangan, seperti neraca, laporan laba rugi, dan laporan arus kas, serta bagaimana penggunaan software akuntansi seperti Excel dapat membantu proses pencatatan keuangan secara lebih efisien.

"Prinsip dalam akuntansi yaitu sebagai sekumpulan aturan yang mengatur penyusunan dan pelaporan data keuangan. Prinsip-prinsip ini memastikan bahwa informasi keuangan yang disajikan akurat, transparan, dan dapat diandalkan untuk pengambilan keputusan bisnis. Mantra para accounting adalah Assets = Liabilities + Equity" Ujar Pak Asep. 

Pak Asep juga memberikan wawasan mengenai standar akuntansi keuangan (SAK) yang berlaku di Indonesia, termasuk SAK Umum, SAK ETAP, SAK EMKM, dan SAK Syariah. Selain itu, Pak Asep juga membahas konsep aset, liabilitas, dan ekuitas dalam penyusunan laporan keuangan, serta metode single entry dan double entry bookkeeping dalam pencatatan transaksi bisnis. Berbagai rasio keuangan, seperti profitability ratios, liquidity ratios, efficiency ratios, dan leverage ratios, juga diperkenalkan sebagai alat untuk mengevaluasi kinerja bisnis. Dengan pemahaman ini, diharapkan peserta dapat mengelola keuangan usaha dengan lebih baik, membuat keputusan keuangan yang bijak, serta meningkatkan  transparansi dan akuntabilitas dalam bisnis mereka.

Oleh : Dwinitha Ayudyah
Dilihat 92 kali
Artikel Terkait
Link